SOLO, KOMPAS.com — Aplikasi ponsel inovatif "Childhood Application" untuk memantau pertumbuhan fisik anak usia 0-5 tahun diperkenalkan kepada para bidan dalam acara Rapat Kerja Nasional Ikatan Bidan Indonesia V di Solo, Selasa (11/10/2011). Dalam aplikasi yang bisa diakses melalui ponsel ini, para tenaga kesehatan seperti bidan dan dokter umum akan lebih cepat melakukan pemantauan pasien.
Menurut dr Tauhid Nur Azhar, yang mendesain aplikasi ini, para bidan tinggal memasukkan data ke dalam kolom-kolom yang kemudian akan tersimpan. "Data ini kemudian bisa diolah sehingga bisa dipakai sebagai data nasional untuk mengetahui sebaran kasus malnutrisi," katanya dalam acara jumpa pers di Solo.
Aplikasi Childhood yang didesain oleh tim dari Sekolah Tinggi IT Telkom dan Institut Teknologi Bandung ini sendiri telah memenangkan Microsoft Imagine Cup 2011 tingkat dunia bulan Juli 2011. Dalam aplikasi ini tersedia berbagai fitur, seperti status gizi berdasarkan pertumbuhan fisik, jadwal vaksin, kalkulator gizi, dan panduan makan.
Harni Koesno, Ketua Ikatan Bidan Indonesia, mengatakan sangat tertarik dengan aplikasi Childhood ini. "Bidan sebagai garda depan pelayanan kesehatan ibu dan anak tentu sangat terbantu dengan sistem yang mudah dan murah seperti ini," katanya.
Namun, menurut Tauhid, aplikasi ini masih memerlukan penyempurnaan, terutama verifikasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia atau Kementerian Kesehatan, agar parameter yang dipakai valid sesuai standar organisasi profesi. "Prinsipnya aplikasi ini sudah siap diunduh dan dipakai," katanya.
Untuk sosialisasi dan distribusi aplikasi ini Tauhid dan timnya bekerja sama dengan PT Frisian Flag Indonesia. "Harapan kami akan terjadi migrasi dari pengisian data manual menjadi digital," katanya.
No comments:
Post a Comment